RSS

“MAKNA TAQWA & TINGKATAN TAQWA”

17 Okt

Menurut tinjauan bahasa ,taqwa berarti ‘menjaga’ ,sedangkan menurut tinjauan syar’i ,para ulama’ memiliki beragam ungkapan di dalam mendefisikanya .meskipun beragam ,semua definisi itu mengarah kepada satu pengertian. ya’ni : ‘penjagaan diri seorang hamba terhdap kemurkaan Allah dan siksa-Nya dengan melaksanakan semua yang di perintahkan dan meninggalkan segala yang di larang.”

Al-hafidz Ibnu Rajab menyatakan , “taqwa asalnya  adalah penjagaan yang dilakukan oleh seorang hamba untuk dirinya terhadap sesuatu yang ditakuti dan di khawatirkanya, supaya dia terjaga darinya. taqwa seorang hamba kepada Rabb-nya adalah penjagaan yang dilakukan oleh seorang hamba untuk dirinya terhadap kemurkaan dan hukuman dari-Nya dan penjagaan itu adalah menaati semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

“Bertaqwalah kepada Allah yang kepadanya kalian dikumpulkan !’ (Al-maa’idah [5] : 96)

‘Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ (Al-Hasyr [59] : 18)

JikA taqwa di-adhadahkan kepada Allah , maka maknanya : takutlah kalian kepada kemurkaan dan kemarahan Allah! Itu adalah  sesuatu yang terbesar untuk di takuti. Dari sinilah datang hukuman-Nya, baik dunuawi maupun ukhrawi.

Allah berfirman,

“Allah memperingatkan kalian akan diri  (siksa)-Nya.‘ (Ali imran [3] : 28)

‘Dia (Allah) adalah yang berhak  (kita) bertaqwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.’ (AL-Mudatsir [74] :56)

Allah sajalah yang berhak untuk ditakuti dan di agungkan di dalam dada hamba-hamba-Nya, sehingga mereka beribadah dan taat kepada-Nya. sebab, Dia memang berhak atas pemuliaan ,sifat-sifat keagungan dan kekuatan untuk bertindak….

Al-hafidz Ibnu Rajab menyatakan , “taqwa asalnya  adalah penjagaan yang dilakukan oleh seorang hamba untuk dirinya terhadap sesuatu yang ditakuti dan di khawatirkanya, supaya dia terjaga darinya. taqwa seorang hamba kepada Rabb-nya adalah penjagaan yang dilakukan oleh seorang hamba untuk dirinya terhadap kemurkaan dan hukuman dari-Nya dan penjagaan itu adalah menaati semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

“Bertaqwalah kepada Allah yang kepadanya kalian dikumpulkan !’ (Al-maa’idah [5] : 96)

‘Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ (Al-Hasyr [59] : 18)

JikA taqwa di-adhadahkan kepada Allah , maka maknanya : takutlah kalian kepada kemurkaan dan kemarahan Allah! Itu adalah  sesuatu yang terbesar untuk di takuti. Dari sinilah datang hukuman-Nya, baik dunuawi maupun ukhrawi.

Allah berfirman,

“Allah memperingatkan kalian akan diri  (siksa)-Nya.‘ (Ali imran [3] : 28)

‘Dia (Allah) adalah yang berhak  (kita) bertaqwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.’ (AL-Mudatsir [74] :56)

Allah sajalah yang berhak untuk ditakuti dan di agungkan di dalam dada hamba-hamba-Nya, sehingga mereka beribadah dan taat kepada-Nya. sebab, Dia memang berhak atas pemuliaan ,sifat-sifat keagungan dan kekuatan untuk bertindak.

Dalam sunan at-tirmidzi, mengenai ayat: ‘Dia (Allah) adalah yang patut (kita) bertaqwa kepada-Nya..’ dari anas r.a dari Nabi S.A.W bahwa Allah berfirman : ‘Akulah yang berhak atas taqwa (sekalian hamba). maka barangsiapa bertaqwa kepada-ku dan tidak menjadikan sesembahan selain bersama-ku, aku berhak untuk membari ampunan  kepadanya.’

Terkadang taqwa di-idhofahkan kepada hukuman Allah atau tempat hukuman itu akan dilaksanakan. yakni neraka atau kepada masanya, yakni hari kiamat. Allah berfirman ,

“Takutlah kalian kepada neraka yang disediakan bagi orang kafir.’ (Ali Imran [3] : 24)

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (Al-Baqarah [2]: 281)

“Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at  dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.”

melaksanakan berbagai kewajiban dan meninggalkan semua yang di larang dan berbagi syubhat (hal-hal yang masih di ragukan) masuk kedalam ruang lingkup taqwa. kiranya masuk juga melaksanakan berbagai amalan sunnah dan meniggalkan perkara-perkara yang makruh. Allah berfirman,

“Alif laam miin.Kitab  (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.(yaitu) mereka yang beriman  kepada yang ghaib,  yang mendirikan shalat,  dan menafkahkan sebahagian rezki  yang Kami anugerahkan kepada mereka.dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur`an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,  serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (Al-Baqarah [2] : 1-4)

Ibnu Qayyim menulis; hakikat taqwa adalah melaksanakan ketaatan kepada Allah atas dasar iman dan ihtisab, baik berupa perintah maupun larangan. melaksnakan segala yang di perintahkan Allah seraya mengimani-Nya dan membenarakan janji-Nya, seraya  meninggalkan apa saja yang dilarang Allah seraya mengimani-Nya dan membenarkan ancaman-Nya. seperti dikatakan oleh thalaq bin Habib, “jika terjadi fitnah, mak padamkanlah fitnah itu dengan taqwa!”

Orang-orang yang bertaqwa, “apakah taqwa itu?” Thalaq menjawab “hendaklah kamu melaksanakan ketaatan kepada Allah di atas petunjuk dari Allah dengan mengharapkan pahala Allah dan hendaknya kamu meninggalkan kemaksiatan kepada Allah di atas ptunjuk ndari Allah lantaran takut hukuman Allah.”

…..bersambung ..insya Allah…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Oktober 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: