RSS

27 Mei

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Para salafus sholih berusaha mempergunakan waktunya semaksimal mungkin dan berusaha untuk meningkat dari satu situasi ke siatuasi yang lebih baik. URGENSI WAKTU DALAM KEHIDUPAN MUSLIM (SETETES DARI TAFSIR SURAT AL ASR) بسم الله الرحمن الرحيم وَالْعَصْرِ(1)إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ(2)إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(3) “Demi masa, Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” Surat ini menetapkan beberapa hal: 1. Pentingnya waktu bagi manusia 2. Manhaj yang lengkap bagi kehidupan manusia sebagaimana yang kehendaki Islam. 3. Semua manusia akan merugi kecuali orang-orang yang berpegang teguh pada manhaj Islami. 4. Ciri-ciri utama orang yang tidak merugi: a. Beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, Hari akhir dan qodlo serta qodarNya. b. Beramal sholeh. c. Saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan d. Saling menasehati supaya menetapi kesabaran Waktu Dalam Pandangan Ulama Salaf. Makalah ini mencoba untuk melihat satu sisi penting dari surat ini yaitu masalah waktu. Allah SWT telah bersumpah dengan berbagai macam waktu seperti : والصبح , و الضحى , والنهار , و العصر , والليل Pengulangan sumpah ini menunjukkan pentingnya waktu bagi umat manusia. Karena banyak manusia yang tertipu dengan nikmat waktu ini. Rasulullah pernah menyatakan dalam sebuah hadits yang artinya: Dua kenikmatan di mana kebanyakan manusia tertipu dalamnya yaitu kesehatan dan waktu luang. Di sinilah rahasianya mengapa para sahabat dan ulama terdahulu senantiasa mempergunakan waktu mereka seefektif dan seefisen mungkin. Mereka paling tahu tentang nilai waktu sehingga sebagian mereka mengatakan: “Di antara cirri bahwa kita dibenci Allah adalah kita menyia-nyiakan waktu” Sebagian mereka ada yang mengatakan; “Waktu adalah bagaikan pedang bila tidak kau pergunakan maka akan memenggalmu” Para salafus sholih berusaha mempergunakan waktunya semaksimal mungkin dan berusaha untuk meningkat dari satu situasi ke siatuasi yang lebih baik. Hari ni harus lebih baik dari kemarin. Dalam hal ini ada sebagian mereka yang mengatakan: “Barangsiapa yang hari ini seperti (sama) kemarin maka ia benar-benar tertipu, Barangsiapa yang hari ini lebih jelek dari kemarirn berarti ia terlaknat.” Hasan Al`Bisri pernah berkata: Wahai anak cucu adam, Anda hanyalah himpunan hari-hari yang terbatas. Bila satu hari lewat berarti hilanglah sebagianmu dan bila sebagian hari telah pergi maka tidak lama semuanya akan pergi (mati).anda tahu hal ini maka beramallah. Mereka berusaha mempergunakan waktu seoptimal mungkin, tidak ada suatu waktu walaupun sebentar, kecuali untuk membakali diri dengan ilmu beermanfaat, amal sholeh, atau menolong orang lain sehingga tidak ada waktu yang berlalu sia-sia. Ibnu Mas’ud r.a pernah berkata: “Tidaklah pernah aku menyesal seperti penyesalanku terhadap hari saat terbenam matahari , di mana umurkau berkurang sedangkan aku tidak menambah amalku.” Ciri-ciri Waktu 1. Cepat berlalu. Waktu itu berlalu laksana awan, ia berlari bagaikan angin baik di kala kita senang ataupun sedih. Meskipun seorang dalam hidup ini berumur panjang , sebenarnya pendek belaka selama mati merupakan akhir dari kehidupan. Ketika Nabi Nuh a.s ditanya malaikat: “Wahai Nabi yag mempunyai umur terpanjang ! bagaimana kamu dapati dunia ini?” Nabi Nuh a.s menjawab, “Dunia ini laksana rumah yang mempunyau dua pintu saya masuk dari pintu yang satu dan keluar dari pintu yang lain.” Allah menyatakan dalam surat An Nazi’at ayat 46 yang artinya : “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu , mereka merasa seakan-akan tidak tinggal di dunia melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi hari.” 2. Waktu yang Telah beralalu Tidak kembali dan tidak bisa diganti Setiap jam atau setiap kesempatan yang lewat tidak mungkin akan kembali dan tidak akan dapat digantikan. Hal ini identik dengan ucapan Hasan Al Basri sebagai berikut.: “Tidaklah fajar hari ini terbit , kecuali ia akan memanggil , “Hai anak adam , aku adalah ciptaan yang baru dan aku akan menjadi saksi atau pekerjaanmu, maka mintalah bekal kepadaku, karena aku tidak akan kembali lagi hingga hari kiamat apabila aku telah berlalu.” 3. Waktu adalah yang termahal yang dimiliki manusia Dikarenakan waktu itu berlalu dengan cepat dan tidak akan kembali maka ia adalah harta milik manusia yang paling mahal. Waktu merupakan saat dan kesempatan untuk bekerja dan merupakan modal utama bagi manusia. Waktu bukanlah semahal emsa semata atau sebagai uang seperti yang dikatakan orang Barat, namun ia lebih mahal dari pada emas, intan ataupun berlian. Waktu adalah kehidupan. Menyaia-nyiakan waktu sama dengan membunuh diri secara perlahan. Bukankah kita ini terdiri dari himpunan waktu saja, bila habi kita akan mati? Kewajiban Muslim Terhadap Waktu 1. Menjaga Manfaat Waktu Kewajiban utama tiap muslim adalah menjaga waktunya agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dunia dan akhiratnya. Hasan al Basri pernah mengatakan: “aku pernah bertemu dengankaum yang perhatiannya terhadap waktu lebih besar dari pada perhatiannya terhadap harta bendanya.” Sebagian ulama mengatakan: “Waktu adalah bagikan pedang bila kamu tidk menggunakannya dengan baik maka ia akan memenggalmu.” 2. Tidak Menyia-nyiakan Waktu Para ulama Salaf sangat besar perhatiannya terhadap waktu , karena mereka faham bahwa umur yang kita nikmati dari Alla, akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di hari kiamat. Setiap detik dan jam yang kita lewati akan ditanyakan untuk apa dihabiskan. Menyia-nyiakan waktu sama seja dengan menyia-nyiakan diri sendiri. 3. Mengisi kekosongan Rasulullah SAW bersabda: “Pergunakanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara…, waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu. Waktu yang kosong tidak akan berlalu begitu saja, sudah berangtentu akana terisi oleh kebaikan atau keburukan . Barangsiapa yang jiwanya tidak disibukkan dengan kebaikan dan kebenaran ia akan terisi dengan keburukan dan kebatilan. Para ulama salaf sangat membenci orang yang menganggur atau tidak bekerja untuk kehidupannya atau memperjuangkan agamanya. 4. Berlomba-lomba dalam kebaikan Setiap mukmin mengtahui nilai waktu maka aia akan senantiasa menggunakan waaktunya untuk beramal sholeh, bahkan ia selalu berlomba dalam kebaikan. Allah memerintahkan kita dengan firmanNya , yang artinya: “Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” ( Al Hadid 133) 5. Belajar dari Perjalanan Hari-hari lalu Setiap muslim selalu megambil pelajaran dari semua kejadian termasuk perjalanan waktu yang lampau. Dalam perjalanan waktu itu, anak kecil menjadi pemuda, orang yang muda menjadi tua, yang hidup menjadi mati dsb Allah berfirman dalam QS Ali Imron 190 yang artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang aerakal” 6. Mengatur Waktu Seorang muslim harus mengatur waktu secara baik dimulai dengan menyusun skala prioritas pekerjaan: Yang wajib, yang sunnah dan yang mubah . Yang terpenting harus didahulukan dari yang penting dst. Rasulullah SAW perenah meriwayatkan teks dari Shuhuf Nabi Ibrohim yang artinya: “Orang yang aberakal dan dapat mengendalikannya seharusnyalah memiliki empat waktu: Pertama, waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya. Kedua, waktu untuk mengintrospeksi didi. Ketiga, waktu untuk memikirkan ciptaan Allah. Keempat, waktu untuk memenuhi kebutuhan jasmani dari minum dan makan.” (H. r. Ibnu Hibban) Di dalam membagi waktu kerja sebaiknya harus ada waktu yang terluang meskipun sedikit untuk sekedar beristirihat melepaskan lelah supaya tidak tertimpa kejenuhan atau kebosanan. Ali bin Ani Tholib r.a pernah berkata: “Berilah hatimu waktu sekedar untuk beristirahat karena hati itu kalau dipaksa menjadi buta.” 7. Bagi Tiap Waktu Ada Aktifitasnya Sendiri. Seorang yang aberiman harus mengerti bahwa waktu itu menuntut akatifitas hati, lisan dan perbuatan untuk kepentingan jiwa dan raganya. Abu Bakar dalam wasiatnya kepada Umarr mengatakan: “ Ketahuilah! Bagi Allah , ada amalan untuk siang hari yang tidak ditermia di malam hari dan ada amalan untuk malam haria yang tidak diterima bila dilakukan siang hari.” Kita tahu bahwa setiap sholat punya waktu tersendiri, puasa ada waktunya, zakat ada waktunya dan haji ada waktunya. 8. Memilih Waktu-waktu Yang Istimewa. Seorang muslim harus selalu berlomba-lomba dalam kebaikan dan mencari saat-saat yang diistimewakan Allah dan jelas kelebihannya dari waktu lainnya. Rasulullah pernah bersabda: “Sesungguhnya pada waktumu ada pemberian-pemberian dari Rabbmu , maka berusahalan untuk mendapatkannya.” Keistimewaan-keistimewaan ini datangnya dari Allah semata karena Dia dengan rahmatNya menentukan siapa yang dikehendaki dan apa yang dikehendaki. Contoh waktu-waktu istimewa: - tengah malam untuk tahajjud - waktu menjelang sahur untuk beristighfar - Bulan romadlon - Sepulu hari terakhir dari bulan Romadlon - Malam lailatul qodar dst
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Mei 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: